Heart to Heart: Aku Salah Satu Korban Pelecehan Seksual

6:00 AM

Rasa-rasanya baru kemarin share Heart to Heart, kok udah share Heart to Heart lagi? Yah, abis mau gimana lagi. HtH kemarin geje banget-_- Udah mana nggak jelas lagi ngomongin apa haha.

Aku lagi ingin bahas tentang pelecehan seksual bikos lagi ngetren. Tiap buka Facebook, feednya rata-rata tentang Sexual Assault/Harassment. Mainstream banget yah cewek jaman sekarang dilecehkan secara seksual. Kemarin lagi ngetren cewek nyium ketek cowok...

Terus sekarang, cewek dilecehkan...

source




And yes, I’m a victim of sexual harassment. Aku kena pelecehan seksual itu 3 kali. Sekali terjadi pada tahun 2014 dan 2 lainnya tahun 2015. Dan kalian akan banyak menemukan argumen hardcore aku dalam pos ini. Yes! I'm quite a feminist.

I want to share my story about how I was being harassed by some a***ole strangers. Aku bukan cewek yang suka berpakaian terbuka. Kalo kamu kenal aku secara personal, I’m far from that. Pakaian aku ke kampus nggak pernah aneh-aneh. Baju panjang, celana panjang/rok panjang. Kalau pakai rok pendek pun, masih dalam ukuran yang wajar (selutut). Beneran deh kalo dibandingin sama teteh-teteh hits PVJ mah, aku terlihat seperti anak mushola.

Dan aku juga bukan orang yang punya kelainan seksual. I mean, sebagian cewek suka dengan sengaja menunjukan sisi seksualnya di depan umum (eksibisionis). Aku nggak pernah kayak gitu. Aku ini anak polos sumpah deh:(

source



Kejadian pertama, tahun 2014, itu saat dimana aku dan Elva lagi main di rumah temen aku namanya Ferany di daerah Kopo, Bandung. Daerah itu emang bukan daerah yang elit. Banyak anak-anak yang gayanya cukup berbeda dengan teteh-teteh hits PVJ. Ya taulah sendiri. Daerah situ deket pasar, terminal, perkampungan, dll.
                                                                                                                                                                 
Waktu itu kita lagi jalan di pinggir jalan raya. Kita waktu itu lagi dalam perjalanan mencari tukang Pop Ice dan Mie Baso. Aku dan Elva pakai baju SMA, dan Ferany pakai baju bebas. Aku jalan dengan sangat santai, berpikir bahwa aku tidak akan mengalami hal-hal aneh saat itu. Segerombolan bocah datang dari arah berlawanan. Aku tebak sih mereka masih SD kelas 2 atau 3 soalnya masih kecil banget. Saat bocah-bocah tersebut melewati kami, aku rasakan ada satu tangan yang dengan sengaja menyentuh ‘bagian’ bawahku. Aku nengok ke belakang dan aku liat ada satu bocah yang tertawa cengengesan ke arahku.

Aku speechless.

Seketika kayak ada yang lari dari dada ke ubun-ubunku. Aku pelototin bocah itu dan aku teriak ‘AN**NG LO! BOCAH S*TAN!!’.(yes I said that in real life) Dan aku sangat menyesalinya. Aku menyesal cuma bilang begitu. Aku seharusnya nabok anak itu dan melemparnya ke angkasa. Aku sangat emosi.

Elva dan Ferany bertanya 'Kenapa? Kenapa?’ dan aku nyeritain kejadian tadi. Ferany bilang kalo bocah-bocah di daerah situ emang kayak begitu. What the hell did I just hear._.

source


Kejadian kedua. Aku merasa kejadian ini adalah yang paling parah dari ketiga pelecehan seksual yang aku alami. Kejadiannya itu siang bolong. Aku baru pulang dari warung. Aku pake celana gombrong, baju gombrong, dan jaket yang juga gombrong. Pokoknya setelan anak-yang-menikmati-liburan-dengan-tidur banget lah.

Aku sudah berada di jalan menuju rumahku. Pagernya aja udah keliatan. Aku liat ada bapak-bapak naik motor dari arah berlawanan. Aku nggak peduli sama si bapak itu dan aku juga nggak punya pikiran macem-macem. Aku terus jalan. Jarak aku dan rumah aku tinggal 4 rumah lagi. Begitu juga jarak antara si bapak mtor dengan aku. Tiba-tiba... si bapak mendekat... mendekat... dan... aku dilecehkan secara seksual. ‘Bagian’ atas aku yang kena.

AKU SUPER SPEECHLESS.

Aku dilecehkan secara seksual saat jarak aku dan rumah aku tinggal beberapa langkah lagi. WTF.

Waktu itu, aku nggak bereaksi apa-apa. Kamu tau nggak rasanya kalo kamu mengalami kejadian yang bikin shock, lalu kamu mendadak paralyzed. Aku berdiri mematung di jalan sendirian. Nggak ada siapa-siapa lagi di jalan itu kecuali aku. Dan aku... nangis.


Ketiga kalinya, aku lagi jalan di jalan utama komplek aku. Banyak kendaraan dan orang-orang lalu lalang. Kalo nggak salah, itu hari Minggu. Aku mau beli sarapan waktu itu. Yap, jadi itu masih pagi. Sekitar jam 8. Aku jalan dengan setelan yang masih ala anak baru bangun tidur. Masih pake piyama + jaket. Aku jalan sambil main HP dan tiba-tiba, ada yang melakukan tindakan tidak senonoh padaku dari belakang. Kejadiannya bener-bener sekelebat dan aku liat si pelaku kabur melewatiku. Dia naik motor. Aku perkirakan orangnya udah agak tua soalnya sempet nengok ke belakang.

Aku bisa saja teriak saat itu. But I didn’t want to create such a fuss. Kalo aku teriak pun, si pelaku sialan itu udah kabur. Terus yang ada paling orang-orang Cuma ngerumunin aku dan nanya ‘Ada apa?’. Kalo aku ceritain pun, mereka pasti bakal bilang ‘lapor aja’ atau ‘hati-hati, neng!’ because people don’t really care. Saat ada kecelakaan juga, jumlah orang yang nonton bisa  5 kalinya jumlah orang yang bener-bener care dan menolong.

Jadi aku melanjutkan perajalanan kembali untuk beli sarapan.

Ketiga kejadian yang aku alami diatas, bisa bikin aku narik kesimpulan kalo CEWEK ITU STATUSNYA KORBAN.

Karena banyak banget argumen tentang sexual harassment diluar sana. Nggak sedikit yang bilang kalo pelecehan seksual itu kerena cewek yang tidak bisa menjaga auratnya dan berpakaian tidak senonoh. But the ugly truth is, justru rata rata cewek yang kena pelecehan seksual itu adalah cewek yang berpenampilan sopan dan wajar.

source


Aku merupakan salah satu dari sekian banyak cewek yang mengalaminya. Aku ulangi, sekian banyak. Bahkan saat aku menceritakan kisah aku ke temen kampusku, dia pun pernah mengalami hal serupa. Imagine how many of us, women, have been abused sexually. Dan kebanyakan cewek memendam ini sendiri. Nggak menceritakannya ke banyak orang. That’s why sexual abuser makin merajalela. Because they think we will keep quiet.

Cewek itu identik sama gender yang lemah. Apalagi kalo cewek yang berpenampilan sopan dan alim, aku asumsikan kalo cowok mikirnya si cewek itu nggak akan bisa ngelawan. Makanya banyak cewek-cewek yang kayak begitu jadi sasaran empuk.

Kebanyakan pelaku pelecehan seksual adalah orang yang usianya matang. Asumsi aku lagi, mungkin mereka punya hasrat seksual yang tidak bisa disalurkan secara normal karena berbagai alasan. But how with the elementary school who harassed me before? Sumpah mereka masih kecil banget. Why did he harass? Itu perlu dipertanyakan. Ada apa dengan psikologis bangsa ini? Adek gue seumuran tuh bocah dan yang dia lakukan Cuma main sepeda dan layangan.

Wise girl. Very wise. source


Diluar pelecehan secara fisik, pasti kalian juga pernah dilecehkan secara verbal. Misal lagi jalan, terus di suit-suit sama orang nggak jelas. Digodain orang asing. Itu pelecehan seksual juga namanya. Personally, I really hate that. I go to campus by bus dan pasti harus ke terminal dulu. Hal-hal memalukan kayak gitu terjadi pada aku setiap pagi dan sore di terminal. I’m really fed up. Pengen rasanya aku nyamperin orang-orang itu dan ngejotosin mereka satu-satu. Mereka nggak tau aja kalo aku ini jago berantem. Serius.

Serius aku bisa aja ngajakin mereka berantem. But you know, I just don’t know what will happen if I propose to have a fight with them. Palingan aku disangka cewek sinting sama orang-orang. Paling orang-orang Cuma bilang ‘digituin aja marah.’

‘digituin aja marah’ katanya HAHAHAHAHAHAHAHHAHAHAHAHAHAHA.

Well, aku nggak tau harus kasih pendapat yang kayak gimana lagi. Whereever we go, sexual abuser will always be there. Apa yang harus diubah dan diperbaiki dari fenomena ini, aku juga nggak tau. Solusi yang kayak gimana lagi, rasanya nggak ngefek. Aku Cuma mau pesan ke pembaca semua yang merasa dirinya wanita dan punya harga diri, tolong jaga diri baik-baik. If something like this happen to you, don’t be afraid to be loud. Teriak atau lebih bagus lagi, kalo ada batu dijalan, ambil dan lempar ke orangnya. Berdoa semoga kena kepalanya. It is called self defense. We have to stand for ourselves. Eye for an eye, tooth for a tooth. #EMOSITINGKATDEWA


Yah, mungkin sebagian dari pembaca blog aku pernah mengalami hal serupa? Lets share dan jangan lupa saling megingatkan sebagai sesama wanita yang kuat dan bermartabat, WE ARE NOT A SEXUAL OBJECT. Mari kita tunjukkan seperti apa kekuatan wanita!

Meskipun cewek itu korban, kita tetap bisa melawan. Membela diri sendiri. Please stay aware and don't ignore this kind of incident.

Dan kalo bisa sih, men who rape, dibunuh aja. Bunuh! Bunuh! Bunuh!

source


Warm Hugs,



Adhelia Fa

You Might Also Like

19 comments

  1. Bener banget! Aku juga pernah kena pas lagi di angkot yang penuh sesak2an dan pelakunya kakek2. Kakek2 lo!
    Bahkan sekedar disiulin atau digodain aku rasa udh pelecehan.

    ReplyDelete
  2. Mba dheel ku jg pernah di angkot serius lg duduk berdesakan tp masih aja bisa ini bapak2 melakukan aksinya:(

    ReplyDelete
  3. Intinya adalah: salah sendiri jadi cewek.
    Hahahahahhahahaha. MATANYA!!!

    Aku jg pernah, dan masih keinget sampai sekarang. Waktu kelas 3 SMP aku berenang di waterboom bareng sepupu2ku. Pas seluncuran, tb2 ada cowok yg ikut di belakangku. Dia nempelin aku, dia bekep mulutku, dia remas2 dadaku dari seluncuran atas itu sampe aku kebawah.
    Yg aku lakuin cuma nangis sampe ga bs ngomong. Dan aku jg ga inget mukanya karena dia dibelakangku dan aku ga bs noleh karena dibekep.

    Kalo aku inget mungkin skrg udah aku bakar rumahnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. dyt pas baca ada komenmu heheh.. duuhhhh kok serem banget dyt.. aku rasa semua wanita dsini yg sedangbaca pasti udh pernah ngalamin pelecehan seksual macam gitu.. aku sendiripun pernah dan kejadiannya selalu sama.. pas aku SD ma SMP naik sepeda ma temen2 cewe.. ada segerombolan cowo jalan nyebrang dan aku lewat naik sepeda, sempet2nya mereka ngeremes dada aku.. gilaaa yaahhh.. padahal dada anak smp ma SD seberapa besar sih sampe mereka ngeliat gt aja nafsu banget.. sayangnya aku saat itu masih kecil jd gabrani untuk nyamperin lagi..

      coba sekarang ada yg gituin aku.. pasti aku langsung putar balik sepedanya terus tabrakin ke kemaluannya mereka biar TAU RASA!!!

      Delete
  4. Aku juga pernah merasa di lecehkan. Tapi aku nggak separah kak Dytarez, cuman aku di pegang tangan doang. Aku replek marah dong waktu itu karena kaget, yaudah aku marahin tuh orang (cowok) dan aku langsung lari ke rumah karena ketakutan :(

    ReplyDelete
  5. OMG Adhel, speechless sumpah.
    Ak dlu sempat mematung d jalan jg, tp dia nepuk tangan ak gtu.
    Ak rasa dia mau nepuk bgian belakang ak,tp ga bs gt.

    Anak SD d sni jg gt dhel, parah2 bgt. Msh kcil tp udh suit2 ga jelas.

    Dan prnh ak pke bj skolah, pke hijab, rok panjang kaya mau nyapu tanah, pke jaket, itu msh disuit2in.

    Sumpah ya ak kesel bgt rasany.


    Terus yg gila siapa? Msh jg cewek? Ga nyalahin cowok? Mikir deng orng2 Indonesia.

    Kawaii-diary98.blogspot.com

    ReplyDelete
  6. Oh ya ampun.... aku emang gak pernah ngalamin pelecehan secara seksual, tapi secara verbal yang disiul2in sih ya pernah (walo aku cuek aja pada akhirnya)

    baca cerita adhel rasanya aku pengen meluk adeeeellll >.< aku juga wow banget baca komennya Dytarez. ckckck.. parah banget pelecehannya. sumpah :"

    tulisandarihatikecilku.blogspot.co.id

    ReplyDelete
  7. Baca post ini kesel banget rasanya krn emg banyak cewe yg kena pelecehan. Salah satu orang terdekatku juga kena. Kejadiannya di deket masjid pas lagi sepi. Bapak2 pelakunya. Di deket masjid loh bisa2nya gitu melakukan pelecehan. Nggak ngerti lagi sumpah orang2 gitu tuh yg dipikirin apaan. Kebanyakan menyalahkan cewe yang berpakaian terbuka. Tp org normal kalo liat cewe pake baju terbuka tp pikirannya nggak mesum kan juga baik2 aja. Emg si pelaku otaknya aja yang isinya bokep mulu hhhh gemes saya

    kaniarda.blogspot.co.id

    ReplyDelete
  8. thanks for sharing. justru menurutku anak2 sekolah lebih bahaya. entah itu dari teman, guru bahkan orang asing sekalipun. dan sbg anak sekolah bingung harus ngapain krn tdk ada pengarahan dan perlindungan harus bagaimana ..... T_T

    ReplyDelete
  9. Aku juga pernah dikereta cowok pas pagi saat lagi penuh-penuhnya karena waktu itu terpaksa naik gerbong cowok karena udah telat kuliah dan gabisa masuk ke gerbong cewek. Aku ngerasa paha aku, daerah deket banget bagian 'bawah' aku ada yang megang. Karena rame aku jadi gak ngerasain banget itu sebenernya tangan apa bukan. Tapi, aku berusaha gerakin kaki aku dan itu bener-bener rasanya kayak di pegang gitu. Aku geser pun kayak ada yang nahan gitu, tangan aku mau ngeraba, mau mastiin itu tangan apa bukan tapi aku terlalu takut. Takut banget. Akhirnya aku keluar dan bener-bener berasa banget masih di pegang. Aku bodoh banget kenapa gak teriak aja waktu itu. Aku terlalu takut :(

    lunetaaureliafatma.blogspot.co.id

    ReplyDelete
  10. You're not alone, my dear. Aku juga pernah dilecehkan sewaktu masih kecil, karena waktu itu belum ngerti apa-apa jadi gak aku laporin. Setelah besar barulah aku sadar bahwa yang aku alami itu adalah pelecehan.

    ReplyDelete
  11. sepertinya di dunia ini memang sangat sedikit sekali presentase cewek yang ga pernah mengalami pelecehan sama sekali seumur hidupnya. dan yang membuatku marah banget adalah, ga peduli dilihat dari sudut pandang manapun si pelaku yang salah, tapi masiiiih aja ada orang-orang berpikiran sempit yang NYALAHIN KORBAN. like, guys, WTF. women are the victims here. D:<

    dan parahnya lagi, orang-orang ngerasa itu bukan hal serius karena cowok 'udah tabiatnya begitu'. seakan "cowok mikir pake selangkangan, ga pake otak" itu wajar. gosh.

    sebagai cewek yang pernah mengalami pelecehan dalam skala 'ringan' sampai cukup 'berat', aku bisa ngerti banget ke-speech less-an kamu itu. dan sumpah serapah dalam hati itu. aku harap aku bisa nyumpahin mereka secara nyata. aku harap cowok-cowok penjahat kelamin bakal membusuk di neraka dan kena azab di dunia.

    perempuan sama seperti laki-laki, perempuan itu juga manusia, bukan sekedar objek untuk disiulin dan digerayangin. semoga masyarakat Indonesia terutama golongan yang suka nyalahin korban dan nganggep sepele pelecehan seksual terbukakan matanya dan melakukan sesuatu untuk mengubah mindset itu. amin.

    maaf aku jadi ngoceh di sini ya. ikutan emosi soalnya. :"((

    ReplyDelete
  12. Adhel.....baca judul postnya aku langsung penasaran kamu mau cerita apa.
    Dan ternyata itu hal yg pernah dialami temenku pas SD, kayak dipegang bagian atasnya, atau roknya dibuka. Pelakunya masih sebaya.
    Waktu SD aku tau itu hal yang ngga bener, nah temen aku yg digituin tapi aku yg nyolot ngajakin si pelaku berantem sambil nodongin serok dan sapu.
    Parah.....bgt!

    Dan akhir-akhir ini aku sering banget nemu di explore IG dari akun" yg bertujuan parodi tapi, mengandung unsur seks. Aku jadi berpikir, kayaknya pelaku itu sering nonton video porno atau gambar-gambr porno. Parahnya lagi karena ngga ada pengetahuan seks, maka berpikiran menjadi hawa nafsu.

    Paling parah anak SD. Bayangin itu umur-umur mau puber, apalagi kelas 5-6 SD.
    Aku sering denger cerita adikku, kalo temen cowok di kelasnya jahilin anak cewek di kelas dengan megang bagian atas gitu,
    aku langsung kesel dan alisku menyatu "Dik, itu hal yang ngga sopan banget! Kasian kan malu temenmu yang cewek itu. Belum lagi sakit, bisa mati tau temenmu yang cewel."
    Btw, bukan adikku ya yg melakukannya,

    Nah kalo aku, sedari dini aku kasi tau adikku, karena akses internet yg sekarang mudah banget. Jadinya anak-anak kecil bisa tahu hal-hal yang belum semestinya. Bahkan adikku pernah nanya istilah dalam kejahatan seksual. Aku kagetlah, mikir keras gimana ngejelasinnya.

    Kebanyakan orang dewasa akan marah kepada anak kecil atau yg umur-umur baru puber ketika si anak tersebut nanya soal seks, karena dianggap ngga sopan. Tapi ternyata itu salah, yg bener kasi penjelasan yg sesuai umurnya biar dia ngga kepo dan malah nyari sendiri.


    Dan Adhel, salut kamu share ini. Makin menyadarkan cewek-cewek tentang pelecehan seksual ini. Ngga tau ya harus gimana, beroda kepada Tuhan semoga kita selalu dilindungi dari orang-orang "jahat" macam itu del.

    Sekian del,:)

    ReplyDelete
    Replies
    1. setuju banget sama komentar ini! :)

      Delete
  13. waw kagum sama kamu yang berani ngangkat tema ini di blogmu. Nggak semua orang berani share apa yang kamu share! XD Speechless!

    ReplyDelete
  14. Aku juga pernah kok Dhel, di Bus Damri. Kalo kamu tau mah bus Damri Alun-Alun Cibiru sore-sore tuh buset udah kayak kaleng sarden. Penuh, mepek, amis.
    Karena susah dapet tempat duduk, aku bingung. Eh ada kakek2 (YES KAKEK KAKEK) yang nawarin bangku. Aku gak curiga sih. Eh taunya dia nyikut2 gitu sedikit.
    Untung baru sedikit dan tasku besar, isinya juga banyak. Yaudah aku pake ngehalangin, selesai huahahahaha.

    Baca ini aku jadi berpikir.. Biasanya anak SD kayak gitu kan bercanda. Aku pernah waktu SD juga dijailin temen-temen gitu huhu :(
    Ya, mungkin dari kecil kebanyakan kita nganggep yang kayak gitu CUMA bercanda. Jadi sampai besar, keingetnya 'CUMA gitu aja.'

    Susahnya ngubah persepsi orang..

    ReplyDelete
  15. SEGERA HADIR ROOM TERBARU DAN AVATAR TERBARU UNTUK PARA PECINTA INDOMONOPOLY.COM
    GAME MONOPOLY MENJADI GAME TERBAIK DAN PALING DI MINATI OLEH MASYARAKAT INDONESIA TAHUN 2014.
    CHIP MONOPOLY MENGGUNAKAN UANG ASLI MEMBUAT PERMAINAN MONOPOLY INI SEMAKIN MENARIK
    DENGAN PROSES DEPOSIT DAN WITHDRAW PALING LAMBAT HANYA 2 MENIT (SELAMA BANK ONLINE).
    MINIMAL DEPOSIT 20.000 RUPIAH DAN MINIMAL WITHDRAW 50.000 RUPIAH TERTARIK / BERMINAT ,
    TAPI BINGUNG BAGAIMANA CARA GABUNG DI GAME KAMI?? BISA LANGSUNG HUBUNGI LIVE CHAT KAMI
    SETIA MELAYANI ANDA 24JAM. KEMUDAHAN HANYA BERSAMA KAMI DI INDOMONOPOLY.COM

    ReplyDelete

Makasih sudah baca^^ Ayo share komentar kalian di comment box. Aku suka bacain komentar kalian hehehe. Jangan ngiiklan, jualan, konten pornografi, dan SARA, ya! Entar dikameha-meha sama yang punya blog #hayoloh. Komennya nggak dimoderasi jadi yang sopan, oke? Oke:)

Part of IFB

https://www.facebook.com/groups/1949767178581022/

Member Of

Member Of

Follow me on Bloglovin'

Member Of

Be an e-tailPR blogger

Subscribe